Kamis, 05 Juli 2012

Terapi Qur'ani : Sembuhkan Fisik dan Psikis
Oleh : Musdar Bustamam Tambusai, Lc (Direktur dan Konsultan Syari'ah Rumah Sehat Thibbun Nabawi Al-Iman, Komp. Villa Mulia Sejahtera no. A-6, Jln. Seser Kuburan, Amplas (dekat terminal Amplas) Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Telp. 061-77379231 / 0813 6131 1154)

      Dalam QS. al-Isra' : 82, Allah swt menjelaskan bahwa al-Qur'an diturunkan sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Beberapa mufassir (ahli tafsir) menjelaskan bahwa kesembuhan yang didapatkan melalui terapi al-Qur'an, bersifat umum. Karena tidak ada pengkhususan bahwa obat yang dimaksud hanya untuk menyembuhkan penyakit tertentu seperti penyakit-penyakit hati sebagaimana diyakini oleh sebagian ulama.Ulama dan pemikir yang meyakini bahwa al-Qur'an mampu menyembuhkan penyakit fisik menyatakan bahwa tidak ada hal yang mustahil bagi Allah swt jika Dia menghendaki sesuatu. Keseluruhan tubuh manusia dan bagian terkecil darinya seperti sel-sel, bekerja atas perintah Allah swt dan mengikuti kehendak-Nya. Ketika Allah swt mengatakan bahwa al-Qur'an itu merupakan obat penyembuh terhadap penyakit fisik, sungguh Allah swt Maha Kuasa untuk melakukannya. 
      Syaikh Ibn Baaz, Syaikh as-Sadhan, Syaikh Usamah ibn Yasin al-Ma'ani, Syaikh Wahid Abdus Salam Bali dan yang lain meyakini bahwa ayat-ayat al-Qur'an sangat berpengaruh untuk menyembuhkan penyakit fisik dan psikis. Secara ilmiyah, hal itu kemudian dibuktikan oleh para pakar yang memiliki kompetensi dibidangnya seperti Ir. Abdud Da'im al-Kahil dan itu dapat dilihat dalam situs pribadi beliau : kaheel7.com dan buku-buku yang beliau tulis. Seorang dokter muslim dari rumah sakit Florida Amerika Serikat juga telah melakukan ujian dan percobaan yang menunjukkan bukti kebenaran al-Qur'an.
      Hanya saja - kata Syaikh Ibn Baaz - sebagaimana obat pada umumnya, terapi dengan al-Qur'an atau ruqyah syar'iyyah juga memiliki syarat dan pantangan untuk mendapatkan kesembuhan maksimal.Diantara syarat-syarat kesembuhan yang harus dipenuhi adalah :
a. Iman dan keyakinan penuh terhadap kebenaran al-Qur'an, bukan sekedar coba-coba atau ikut-ikutan. Banyak umat Islam yang menjelani terapi ruqyah syar'iyyah dengan memposisikannya sebagai obat alternatif. Padahal al-Qur'an merupakan dasar pengobatan dan rujukan utama yang tidak mungkin ada kesalahan di dalamnya. 
b .Ikhlas. Seorang peruqyah atau penerapi harus ikhlas dalam melakukan pembacaan ayat-ayat al-Qur'an. Pasien juga harus ikhlas dan meniatkan dalam hatinya ketergantungan hanya kepada Allah swt.
c. Ibadah harus maksimal agar kedekatan peruqyah dan pasien dengan-Nya tidak berjarak sehingga doa-doa yang dilantunkan dapat langsung dikabulkan oleh Allah swt.
d. Optimis bahwa Allah swt akan memberikan kesembuhan kepada hamba-Nya  yang mau berupaya secara syar'i. 
e. Dan lain sebagainya. Dapat dilihat dalam buku penulis Buku Pintar, Jin dan Ruqyah Syar'iyyah.
       Sementara pantangannya adalah segala yang berlawanan dengan syarat-syarat diatas. Oleh karena itu, seorang pasien harus dibekali pengetahuan seputar pengobatan qur'ani dan thibbun nabawi jika ia ingin benar-benar sembuh dan memiliki komitmen untuk berubah ke arah yang positif.