Sabtu, 19 Mei 2012

Berobat Dengan Al-Qur'an (2)
Oleh : Musdar Bustamam Tambusai, Lc

       Al-Qur'an sebagai obat, jelas disebutkan oleh al-Qur'an itu sendiri dalam banyak ayat dan dikuatkan oleh hadits Rasulullah saw. Namun, umat Islam telah mengabaikan kebenaran wahyu itu sehingga umat lebih percaya kepada konsep yang dibuat oleh manusia. Sungguh, ini kondisi yang sangat menyedihkan. Bagaimana mungkin Allah swt menjanjikan sesuatu kemudian mengingkarinya ? Dan yang lebih menyedihkan lagi, bagaimana umat yang mengaku sebagai hamba Allah tapi mengabaikan kalam Tuhannya ? Belum lagi konsep kesembuhan yang dijelaskan as-Sunnah, sangat jauh dari praktik penyembuhan dan pengobatan umat Islam. Kedua-duanya (al-Qur'an dan as-Sunnah) dua hal yang saling menguatkan.
       Dua potensi besar yang dimiliki umat Islam sebagai rujukan dan sarana penyembuhan, yaitu ayat-ayat al-Qur'an dan doa-doa Rasulullah saw, tapi ternyata banyak umat Islam yang tidak merasakan manfaat dari keduanya. Mengapa ? Menurut penulis, ada beberapa sebab yang membuat tidak tercapainya tujuan penyembuhan dari al-Qur'an dan as-Sunnah.
- Kurangnya keimanan dan keyakinan terhadap firman Allah dan sabda Rasulullah saw. Sebagian besar umat menganggap apa yang disebutkan al-Qur'an dan as-Sunnah sebagai solusi penyembuhan, hanya dogma semata, tidak ilmiyah, bahkan mitos.
- Jika pun ada rasa percaya dan yakin terhadap keduanya, tapi dalam praktiknya hanya sekedar coba-coba. Atau penyembuhan dengan al-Qur'an dan thibbun nabawi hanya dilakukan setelah kedokteran modern atau dunia perdukunan gagal menyembuhkannya. Kedua belum dijadikan solusi tapi sekedar alternatif layaknya pengobatan tradisional yang dicap oleh kedokteran Barat sebagai pengobatan alternatif.
- Melakukan terapi qur'ani dan thibbun nabawi tapi aspek yang paling penting lainnya diabaikan yaitu tauhid dan ibadah. Bahkan sering terjadi, banyak orang yang diruqyah tapi setelah itu tidak melaksanakan shalat atau masih menyimpan jimat-jimat dirumahnya. Ini namanya syirik (menyekutukan Allah). Allah swt tidak suka diduakan dengan makhluk-Nya. "Iyyaka nasta'inu"-nya kita mau tapi "Iyyaka na'budu"-nya kita tolak. Kita selalu ingin minta tolong kepada Allah tapi kita tidak mau menyembah-Nya.
        Mari kita perbaiki persepsi kita terhadap terapi qur'ani dan thibbun nabawi, insya Allah akan kita dapatkan manfaat yang sangat luar biasa dari mu'jizatnya, yaitu mu'jizat al-Qur'an. Wallahul Musta'an.

      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar